TEMPAT PERSINGGAHAN
Berawal dari sebuah hati yang kosong
kau datang menjamah sedetik namun jejakmu membekas hingga milyaran hari. Waktu
kedatanganmu tepat namun sayang kau cuma sekedar menjamah. Menjadikan aku hanya
sebuah tempat persinggahan disaat kau lelah dengan cerita hidupmu. Apalah arti
sebuah tempat persinggahan yang hanya didatangi ketika lelah dan kemudian
ditinggalkan ketika waktu kepergian itu tiba.
Tahukah kamu hal yang paling aku
takutkan di dunia ini adalah Kehilangan? Bayangkan ketika kamu belum siap
dengan sebuah perpisahan namun hatimu dipaksa kehilangan. Bayangkan rasa sedih
yang meronta hingga mencabik-cabik benakmu. Bagaikan malam tanpa bulan dan
bintang yang menghiasi. Tampak begitu suram dan buram tanpa warna apapun selain
hitam gelap menyuramkan suasana.
Dirimu sudah bagaikan cahaya yang
mengisi ruang kosong yang lama tak terisi ini. Kepergianmu menjadikan ruang itu
kembali muram. Yang tersisa hanya kenangan-kenangan yang berwujud duri. Ia
sangat menyakitkanku. Batinku berteriak sakit. Namun tak ada yang peduli selain
diriku sendiri yang berusaha mencabut duri ini satu per satu. Ku buang setiap
duri yang berhasil kucabut sejauh mungkin. Namun tahukah kamu? Seperti kuku
yang tiap kali dipotong, ia akan tumbuh kembali. Menyiksa bukan?
Seandainya Tuhan membalikkan posisi
kita aku ingin tahu usaha apa yang akan kamu lakukan untuk membunuh setiap
kenangan yang tumbuh menjalar ini? Akankah kau sanggup mencabuti setiap
kenangan itu seperti usahaku selama ini? Sekarang aku tau keadaanmu sedang
bahagia di tempat persinggahanmu yang sekarang. Tapi sayangnya aku bodoh. Aku
masih berharap kau bisa kembali singgah ke ruang kosong ini lagi. Aku masih
berharap kau bisa menetap hingga nanti kita bisa saling mengikat satu sama
lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar